Selasa, 16 Juni 2009

Final Evaluasi Pembelajaran Sejarah

1. Instrumen penilaian pembelajaran berdasarkan kisi-kisi yang dibangun bersandar kurikulum :
C1 : Pengetahuan
C2 : Pemahaman
C3 : Aplikasi/Pemahaman
C4 : Analisis
C5 : Sintesis
C6 : Evaluasi

Berilah tanda silang (x) pada huruf a,b,c, atau d sebagai jawaban yang paling benar!

1.Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung pada tahun… ( CI )
a. 1953 c. 1955
b. 1954 d.1956
Jawaban : c

2. UUDS 1950 menganut Demokrasi Liberal, artinya kabinet… ( C2 )
a. bertanggung jawab pada presiden
b. sepenuhnya bertanggung jawab kepada pemerintah
c. langsung bertanggung jawab kepada rakyat
d.bertanggung jawab kepada perdana menteri
Jawaban : a

3. Di bawah ini adalah tujuan dari konferensi Asia-Afrika, kecuali…( C3 )
a. memajukan kerja sama di bidang ekonomi, social, dan budaya
b. meningkatkan persahabatan antar bangsa Asia-Afrika
c. ikut serta mengusahakan perdamaian dunia
d.meningkatkan kerja sama dengan Negara-negara Eropa.
Jawaban : d

4. Pada sekitar bulan April 1950 di daerah Maluku timbul pemberontakan RMS,
dengan latar belakang… ( C4 )
a. ingin mendirikan negara sendiri terlepas dari RIS
b. melanjutkan petualangan Andi Aziz yang gagal
c. tidak setuju bardirinya Republik Indonesia Serikat
d. ingin menghancurkan pemerintahan RI yang berdaulat
Jawaban : b

5.Hubungan revolusi industri dengan politik imprealisme antara lain…( C5 )
a. surplus uang dan industrialisme
b. sistem pemerintahan yang demokratis dan sistem pemerintahan yang absolut
c. continental stelsel dan pembagian tanah dunia
d. adanya teori-teori oleh para ilmuan dan penemuan-penemuan mesin
Jawaban : c

6.Akibat sistem Demokrasi Liberal adalah sebagai berikut, kecuali… ( C6 )
a. timbul kudeta dan pemberontakan
b. pemerintahan tidak stabil
c. kabinet tidak dapat menjalankan programnya
d. program kabinet tidak berkesinambungan
Jawaban : d

7. Kapan peristiwa G 30 S terjadi… ( C1)
a. 30 September 1955
b. 30 September 1965
c. 30 September 1966
d. 30 September 1956
Jawaban : b
8. Apa yang terjadi pada peristiwa Gerakan 30 September 1965 di Indonesia… ( C2)
a. Penculikan dan pembunuhan atas jendral-jendral pimpinan teras Angkatan
Darat (AD) oleh segerombolan orang bersenjata
b. Kampanye ganyang Malaysia
c. Aksi rakyat menuntut TRITURA
d. Memboikot lapangan udara Halim Perdana Kusuma
Jawaban : a

9.Menurut Ben Anderson dan Ruth Mc. Vey terjadinya gerakan 30 September
disebabkan oleh… ( C4 )
a. konflik internal di dalam tubuh TNI-AD
b. hasil rekayasa Mayjend. Soeharto, panglima konstrad waktu itu
c. rekayasa dinas rahasia Amerika Serikat (CIA)
d. rekayasa Presiden Soekarno menyingkirkan lawan politiknya
Jawaban : a

10. Bagaimanakah bentuk hubungan antara keberlangsungan NKRI saat itu dengan
gerakan yang terjadi pada 30 September 1965… ( C5)
a. NKRI ingin diperkuat dengan gerakan 30 September
b. NKRI ingin diperluas dengan gerakan 30 September
c. Gerakan 30 September adalah upaya ingin merebut kekuasaan NKRI yang sah
d. Gerakan 30 September adalah upaya ingin menguatkan kekuasaan NKRI yang
sah
Jawaban : c




2. A. Mengukur Validitas Butir Soal

Tabel 1
No Nama X Y X² Y² XY
1. A 1 6 1 36 6
2. B 0 6 0 36 0
3. C 1 7 1 49 7
4. D 1 7 1 49 7
5. E 1 8 1 64 8
6. F 0 6 0 36 0
7. G 0 7 0 49 0
8. H 1 7 1 49 7
9. I 0 6 0 36 0
10. J 1 7 1 49 7
Jumlah 6 67 6 453 42


N∑XY − (∑X) (∑Y)
rxy = ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
√‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
{ ( N∑X² - (∑ X)² } { N∑Y² - (∑Y)² }

10 . 42 − ( 6 ) (67)
= ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
√‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
{ 10 . 6 ( 6 )² } {10. 453 – (67)² }

420 - 402
= ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
√‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
(60– 36 ) ( 4530 – 4489 )

18
= ‾‾‾
√‾‾‾‾
24 . 41

18
√‾‾
984

= 18 =0,574 ( Cukup Valid)
‾‾‾‾
31,369

2. B. Realibilitas

Tabel 1
No Nama Skor Ganjil Genap Awal Akhir X² Y² XY
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 A 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 4 3 4 3 16 9 12
2 B 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 4 3 4 3 16 9 12
3 C 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 5 3 4 4 25 9 15
4 D 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 4 2 3 1 16 4
5 E 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 2 3 2 3 4 9 6
6 F 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 3 3 4 2 9 9 9
7 G 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 3 2 3 2 9 4 6
8 H 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 3 3 2 4 9 9 9
9 I 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 4 3 4 3 16 9 12
10 J 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 3 4 5 3 9 16 12
32 31 114 99 97

Setelah dihitung dengan rumus korelasi product moment dengan angka kasar diketahui bahwa Rxy = - 0,379. Harga tersebut baru menunjukkan reliabilitas separo tes.


Rumus :

r
11 = 2 r ½½ r
(1+ r ½½)
= 2X -0,379
(1+ (-0,379)
= -0,758
1,379
= -O,549

Minggu, 30 November 2008

Eksistensi Pengrajin Logam Nagara

Eksistensi Pengrajin Logam Nagara

Nagara merupakan salah satu wilayah yang berada di Kalimtan Selatan, tepatnya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Wilayah ini terkenal sebagai pusat perajin alat-alat logam di Kalimantan sejak ratusan tahun silam. Tidak ada angka tahun pasti yang menyebutkan kapan teknik pengolahan alat besi mulai dikenal di Nagara. Tapi yang pasti aktifitas pembuatan alat-alat logam masih berlangsung di nagara sampai sekarang. Menurut cerita, perajin logam nagara mendapatkan ilmunya dari perajin logam dari Cina yang di datangkan langsung oleh Mpu Jatmika pada masa kerajaan Dipa. Waktu itu perajin-perajin logam perunggu/kuningan dari Cina membuat sepasang patung perunggu untuk diletakkan di dalam Candi. Yang mana akhirnya Kerakaan Dipa kekuasaannya di pindah ke Nagara Daha (sampai sekarang). erajin Nagara secara turun-temurun sekitar 8 generasi (sekitar 400 tahun yang lalu), sangat
Pekerjaan sebagai perajin logam telah ditekuni oleh p menarik sekali apabila kita mau mengkaji keberadaan perajin logam di Nagara yang sampai sekarang masih mampu bertahan, masih mampu memproduksi barang-barang logam dan masih mampu menunjukkan eksistensinya, meskipun sekarang ini arus globalisasi dengan teknologi yang serba modern telah semakin mengikis keingintahuan dan membentuk jiwa manusia yang instant, yang tidak lagi mempunyai jiwa untuk mempertahankan budaya dan hasil budaya local masyararat itu sendiri.
Bagaimana pengolahan logam yang dilakukan oleh perajin Nagara, alat-alat apa saja yang dihasilkan dan apa yang menyebabkan sampai saat ini perajin logam dari Nagara tetap mampu bertahan ? Masyarakat kita memiliki kemampuan dan intelegensi dalam mengolah sesuatu dari alam sekitar menjadi hasil karya yang sangat berharga. Dan kita nikmati melalui keindahan-keindahan hasil budaya di wilayah kita.


Dalam catatan perjalanan Boeke kepedalaman Kalimantan tahun1879 disebutkan bahwa Nagara adalah kota yang aktifitas penduduknya sangat sibuk dengan kegiatan pembuatan alat-alat besi seperti pedang dan klewang. Selain itu Nagara juga dikenal sebagai Produsen gerabah, batu bara dan perahu besar yang terbuat dari kayu besi atau ulin. Ada beberapa teknik dalam pembuatan alat-alat logam, dimana dikenal dua teknik dasar yaitu teknik tempa dan teknik cetak. Teknik cetak adalah pengolahan logam dengan melalui proses peleburan sampai pada titik lebur tertentu kemudian di tuang dan di buat ke dalam cetakan sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Ada 2 jenis teknik cetak logam, yakni teknik cetak langsung dan teknik tidak cetak langsung. Sedangkan teknik tempa merupakan teknik pembuatan alat logam dengan menggunakan alat dasar pemukul besar sebagai penempa dan bara api untuk memanaskan logam yang akan di tempa tanpa proses peleburan.
Aktifitas pembuatan alat-alat besi dengan system tempa dilakukan dibalai, yaitu bangunan kecil tanpa dinding dengan atap rumbia atau seng, biasanya berada di belakang atau di depan rumah. Dalam proses pembuatan alat-alat logam tradisional ( Pande Besi), alat yang digunakan adalah : pompa udara atau puputan (ububan) tetapi saat ini para perajin banyak yang menggunakan blower, kemudian ada perapian, landasan berbagai jenis palu, penjepit, besi untuk pembengkok, pahat besi, tempat penyepuhan, tangguk untuk mengayak arang, pengarik arang dan besi logo/ cap. Ada beberapa tahap dalam pembuatan alat-alat besi dengan system tempa yaitu : tahap pertama, besi dipotong-potong sesuai dengan ukuran dengan ditimbang, kemudian tahap pembentukan alat, dimana besi yang telah dipotong di baker dalam perapen, diambil dengan sasapit kemudian di tempa diatas landasan besi menggunakan penggodam. Yang terakhir adalah tahap finishing yaitu pemeberian Cap, digerenda dan disepuh. Perajin mempunyai cara tersendiri untuk membuat alat besi terutama kapang dan parang, supaya awet yaitu pembakaran besi jangan sampai merah, kemudian di tempa supaya pori-pori besi lebih rapat / tidak membengkak.
Untuk saat ini alat-alat yang dihasilkan oleh perajin logam telah banyak mengalami modifikasi dan perkembangan seiring dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Sementara itu produksi linggis, cangkul, dan sabit mulai berkurang, mungkin itu karena dipengaruhi semakin berkurangnya jumlah lahan pertanian. Memang semakin majunya zaman, perubahan dalam teknologi pun tidak dapat dihindari. Oleh karenanya selalu menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Pengrajin Nagara semakin membuktikan bahwa dengan kemampuan dan ketekunan, pengrajin logam bisa menghasilkan benda-benda yang berguna bagi umat manusia.


Keberadaan daerah Nagara sebagai produsen peralatan dari bahan logam sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Sampai sekarang aktifitas pembuatan alat-alat logam seperti perhiasan, alat-alat rumah tangga, dan peralatan kerja dari bahan emas, perak, tembaga, besi, nikel, dll, baik itu menggunakan teknik tempa maupun teknik cor. Teknik tempa terkonsentrasi di desa tumbukan banyu dan sungai pinana kecamatan Daha Utara, sedangkan untuk teknik cor terkonsentrrasi di desa Panggandingan kecamatan Daha Utara. Jenis alat-alat logam yang diproduksi selalu berubah dari waktu-kewaktu, tergantung pada tuntutan zaman dan kebutuhan pasar. Fenomena ini tentunya menarik untuk dikaji lebih jauh lagi karena bagaimana pun juga eksistensi pengrajin logam yang mampu bertahan sampai saat ini menjadikan daerah nagara mempunyai nilai budaya, nilai ekonomis yang bisa dimanfaatkan lebih baik lagi.







Rabu, 25 Juni 2008

Menulis Manusia Purbakala

Kalau berbicara masalah zaman Purbakala, kita memang bisa melihat perbedaan yang sangat signifikan dengan zaman sekarang. Zaman Purbakala itu hanya bagian dari masa lalu, dimana kita bisa belajar dari semua itu. Kalau dilihat manusia sekarang memang banyak malasnya yang khususnya membaca atupun menulis. Namun, rasa malas itu sendiri sudah merupakan suatu fitrah dari Tuhan, tapi dari situ kita harus yakin bahwa pemberian tuhan itu selalu ada manfaatnya, hanya saja permasalahannya terletak pada bagaimana kita mengatasi rasa malas tersebut. Karena Hidup itu adalah pilihan, tergantung kita mawo memilih kaya gimana.

Menulis Manusia Prasejarah

Memang peradaban sejarah yang ditinggalkan nenek moyang pada waktu dulu patut untuk ditiru, karena sejarah yang ditinggalkan benar-benar bisa dijadikan contoh dalam kehidupan. misalnya manusia prasejarah bisa bergantung dengan alam, sedangkan manusia sekarang terbiasa hidup instan dan tergantung pada teknologi. So belajar lah dari masa lalu sebagai cermin untuk masa yang akan datang.

Mahasiswa Menulis

By Erina Marsiana on Jun 26, 2008 | Reply

Mengambil Mata Kuliah Antropologi, banyak sekali ilmu pengetahuan yang saya dapat. Selain kuliah mata kuliah ini banyak segi positif yang saya dapat ambil, dan ada nilai plusnya yaitu saya jadi termotivasi untuk menulis. Tidak hanya itu saja hikmah yang saya dapat dan yang sedikit membanggakan juga kami mampu menyelesaikan tantangan menulis untuk membuat buku ajar. Memang benar menulis tidak perlu seorang guru ataupun membaca buku-buku teori tentang menulis, kamus serta bertanya karena kita dari SD sudah mendapat pengetahuan tentang menulis.

Jumat, 16 Mei 2008

SAKADOMAS DI FKIP

Sakadomas merupakan bangunan ataupun tempat yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif bagi para civitas akademik Fkip Unlam. Kegiatan-kegiatan disini tidak hanya bersifat akademik. Namun juga bersifat non akademik. Misalnya kegiatan akademik adanya kuliah umum bisa mengenai bedah buku, kalau yang non akademik adanya pentas seni seperti lomba menyanyi, membaca puisi dsb.
Bangunannya yang khas budaya banjar, unik dan menarik lokasinya pun sangat strategis yaitu terletak di tengah-tengah bangunan kampus FKIP. memang dulunya sebelum tempat itu dibangun, tempat itu hanyalah kolam ikan. Apa fungsinya, dan apa pula manfaatnya ? bagaimana efektifitas Sakadomas dalam menunjang ide-ide kreatif yang ada dilingkungan FKIP? mungkin banyak sekali pertanyaan yang akan terlontar mengenai sakadomas karena sakadomas dalam hal ini telah menjadi suatu perbincangan yang menarik pada kalangan mahasiswa yang terkait fungsi dan guna dari tempat tersebut. Sakadomas adalah singkatan dari sakahandak dosen dan mahasiswa, yang kalau boleh diartikan dalam bahasa Indonesia adalah terserah dosen dan mahasiswa. Artinya dosen dan mahasiswa sebagai keluarga besar FKIP mempunyai hak untuk memanfaatkan tempat tersebut yang tentunya dalam hal-hal positif.
Munculnya ide pembuatan tempat tersebut merupakan hasil dari pemikiran dan mempunyai tujuan. Dalam konteks ini kita harus berfikir positif tentang tujuan dari pembuatan sakadomas,dan itulah tadi sepintas dari segi positifnya, ada segi positif tentulah ada segi negatifnya yang bisa dirasakan dampaknya. Sebagai contoh ketika lomba-lomba diselenggarakan di sakadomas, yaitu terganggunya proses kegiatan belajar-mengajar karena pengalaman lomba-lomba tersebut diselenggarakan bertepatan dengan waktu ujian middle test dan menurut saya itu sangatlah mengganggu konsentrasi mahasiswa yang sedang menempuh ujian. Dan yang lebih memprihatinkan lagi dosen yang memberi ujian di kelas, juga ikut menonton acara lomba nyanyi tersebut. Tetapi bagaimanapun juga itu akan menjadi sesuatu yang berharga apabila itu dimanfaatkan oleh mahasiswa.
Sakadomas bisa digunakan untuk apa saja, bahkan setiap hari nampak sekali terlihat mahasiswa yang duduk-duduk santai, tapi terkadang tempat itu bisa jadi tempat kuliah dan arena diskusi. Dalam waktu-waktu tertentu banyak acara-acara yang diadakan di sakadomas, saperti bedah buku, lomba menyanyi, puisi dalam rangka Dies natalis. Walau begitu nampak sekali bahwa sakadomas belum dimanfaatkan secara maksimal. karena dalam penglihatan saya sakadomas menjadi tempat yang banyak nganggurnya daripada digunakan untuk kegiatan yang kreatif. tapi terlepas dari semua itu, sakadomas telah menjadi sarana penting dalam mengapresiasikan ide-ide kreatif yamg muncul dari civitas FKIP UNLAM.

Sabtu, 19 April 2008

MANUSIA DALAM SUDUT PANDANG ANTROPOLOGIS

Dilihat dari evolusi organik, manusia timbul dari bentuk kehidupan organik yang kemudian mengalami perkembangan evolusi. Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologisnya kita bisa menjabarkan manusia itu di klasifikasikan sebagai mahkluk Homo sapiens (bahasa latin untuk manusia)yaitu sebuah jenis dari suku primata yang berasal dari sub suku Anthropoid keluarga Hominidae, ras dari Homo Sapiens tersebut adalah ras Mongoloid. Jenis dari sebuah primata dari golongan mamalia yaitu sebuah primata dari golongan mamalia yaitu manusia yang menyusui keturunannya dan berdasarkan atas ciri itulah manusia dikelompokkan bersama makhluk-makhluk lain kedalam satu persamaan, yaitu kelas binatang yang menyusui. dalam suku ini, semua jenis kera, dari kera yang masih kecil contohnya Tarsii, sampai menjadi kera-kera besar seperti gorilla di kelompokan menjadi satu dengan manusia. Memang secara logika kita bisa lihat adanya banyak persamaan ciri-ciri antara organisma- manusia dengan organisma kera, namun secara harfiahnya manusia dilengkapi”Otak” yang berkemampuan tinggi, mempunyai unsur-unsur kepribadian yang kompleks seperti pengetahuan yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Manusia juga memiliki perasaan dan naluri, nah dari unsur-unsur yang dimiliki manusia tersebut, binatang tak memilikinya. jadi pada intinya perbedaan kelakuan manusia dengan binatang terletak pada akalnya.
Dalam hal kerohanian, manusia dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bermacam-bermacam variasinya, misalnya dalam agama erat kaitannya dalam hubungan dengan kekuatan-kekuatan ketuhanan atau sesama makhluk hidupnya. Dalam mitos, manusia juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam Antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam suatu masyarakat yang majemuk, serta perkembangan dalam teknologinya, dan terutama hal yang mendasar adalah kemampuan nya dalam membentuk kelompok atau dukungan yang satu sama lain serta bentuk pertolongan terhadap sesama yang paling utama. jadi dengan demikian perbedaan yang amat besar antara manusia dengan makhluk lainnya adalah:a. Sebagian besar dari kelakuannya dikuasai akalb. Kehidupannya di muka bumi hanya mungkin dengan suatu sistem peralatan yang merupakan hasil dari akalnyac.Sebagian besar dari kelakuannya harus dibiasakannya dengan belajar.d. Mempunyai bahasae. Pengetahuannya bersifat akumulatiff. Sistem pembagian kerja dalam masyarakatnya jauh lebih kompleks dari pada dalam masyarakat binatang.g. Masyarakatnya menunjukan suatu aneka warna yang besar.
Berdasarkan perspektif antropologis, masyarakat di Indonesia khususnya bisa berupa atau berwujud :1. Komunitas-komunitas masyarakat kesukuan, lokal, asli atau etnis-tribal, etnis disini merupakan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti dalam kedudukan tertentu, yang berdasarkan faktor keturunan, adat, agama, bahasa dan sebagainya. sebaliknya tribal secara umum yaitu himpunan orang-orang yang mempunyai sejarah asal usul yang sama serta memiliki struktur budaya yang sama.Contohnya mempunyai perasaan senasib dan sepenanggungan seperti masyarakat Jawa, Madura, Sunda, Bali, Sasak dan Bima.2. Komunitas-komunitas masyarakat peranakan Tionghoa, Indo belanda atau Eropa dan campuran-campuran lain yang makin lama makin banyak.3. Komunitas-komunitas masyarakat asing (atau dari luar) seperti masyarakat arab, India, Cina, Tamil dan Eropa yang bisa menjadi turun temurun berdiam diwilayah Indonesia. Dalam kenyataan perkembangan hidup dan kehidupan, berbagai masyarakat tersebut dapat membentuk jaringan dan dapat pula; secara bersama dapat membangun kantong pemukiman (inklusif) dan dapat pula membangun kantong pemukiman secara (eksklusif), kemudian secara antropologis, kebudayaan di Indonesia bisa berupa atau berwujud:- kebudayaan kesukuan lokal-asli seperti kebudayaan Dayak, Mandar, Bujo, Badui, Ekagi, Dani, dan Bugis.- kebudayaan campuran atau Mestizo seperti kebudayaan India, kebudayaan peranakan Tionghoa Indonesia dan kebudayaan Hindia-Belanda.- kebudayaan asing atau dari luar Indonesia seperti kebudayaan Arab, India, Cina dan Barat. berkat teknologi komunikasi, mobilitas keruangan masyarakat, prasarana fisikal dan ” tangan-tangan perkasa” dalam hal ini ialah negara dan bangsa Indonesia, dimana berbagai jenis nebula kebudayaan tersebut dapat berinteraksi, meskipun tidak semua.